PENGGOLONGAN MINERAL BERDASARKAN BENTUK KRISTAL YANG MEMBANGUNNYA

Posted: Oktober 11, 2010 in Kristalografi & Mineralogi

PENGGOLONGAN MINERAL BERDASARKAN BENTUK KRISTAL YANG MEMBANGUNNYA

 

  1. A. Pengertian Mineral

Kristal merupakan suatu bangun polyeder (bidang banyak) yang teratur dan dibatasi oleh bidang-bidang rata yang tertentu jumlahnya dan mempunyai sumbu simetri tertentu pula. Sedangkan ilmu yang mempelajari kristal disebut kristalografi. Subyek utama yang dipelajarinya yaitu agar pembelajar terbiasa dengan bentuk umum kristal penyusun mineral, dimulai dari model kristal kemudian penentuan berbagai macam bentuk kristal yang terbentuk secara alami di alam.

Secara umum, yang bisa dipelajari dalam kristalografi dibagi atas :

-     Berbagai macam sifat kristal padat.

-     Karakter, susunan, dan klasifikasi dari bidang permukaan alami yang terdapat pada kristal.

-     Penentuan dan interprestasi susunan dalam unsure pokok atom-atom

 

  1. B. Pembagian Bentuk Kristal yang Membangun Mineral

Terdapat banyak sekali kemungkinan bentuk kristal di alam, tetapi kristal-kristal ini dapat diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok besar, yang disebut system kristal. Ketujuh kelompok sitem kristal itu yaitu :

  1. sistem kubik
  2. sistem hexagonal
  3. sistem trigonal
  4. sistem tetragonal
  5. sistem orthorombik
  6. sistem monoklin
  7. sistem triklin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar .7 System Crystal pada Mineral

               
               

 

 

 

 

 

 

Isometric                   Tetragonal                    Orthorombic               Hexagonal

 

 

 

 

 

 

 

 

Trigonal                          Monoclinic                       Triclinic

 

Gambar. 7 System Kristal mineral

 

  1. 1. Sistem Kubus

Sistem kubus ini adalah sistem kristal yang paling simetri dalam ruang tiga dimensi. Sistem ini tersusun atas tiga garis kristal berpotongan yang sama panjang dan sama sudut potong satu sama lain. Sistem ini berbeda dengan sistem lain dari berbagai sudut pandang. Sistem ini tidak berpolar seperti yang lain, yang membuatnya lebih mudah dikenal.Sistem ini sering juga disebut dengan sistem isometric. Kata isometric berarti berukuran sama, terlihat pada struktur tiga dimensinya yang sama simetri. Sedangkan sering dinamakan sistem kubus karena bentuk umum dari kristalnya berstruktur seperti kubik.

Sistem kubus ini terbagi menjadi lima kelas, yaitu :

  1. kelas tetartoidal
  2. kelas hexoctahedral
  3. kelas hextetrahedral
  4. kelas diploidal
  5. kelas gyroidal

Berikut dapat dilihat ke lima bentuk kristal itu :

 

 

 

Gambar. Diploidal Mineral                                 Gambar. Gyroidal Mineral

 

 

 

 

Gambar. Hexoctahedral Mineral Gambar. Hextetrahedral MineralTop of Form

Bottom of Form

 

 

 

Gambar. Tetartoidal Mineral

  1. 1. Kelas Tetartoidal
  • Kelas : ke-28, Simetri : 2 3
  • Elemen Simetri : terdapat 4 sumbu putar tiga dan tiga sumbu putar dua.
  • Garis Sumbu Kristal : tiga garis yang sama disimbolkan dengan a1, a2, dan a3
  • Sudut : ketiga-tiganya 90o
  • Bentuk Umum : tetartoidal yang unik, serta pyritohedron, kubik, deltoidal dodecahedron, pentagonal dodecahedron, rhombik dodecahedron, dan tetrahedron.
  • Mineral yang Umum : changcengit, korderoit, gersdorffit, langbeinit, maghemit, micherenit, pharmacosiderit, ullmanit, dan lain-lain.

 

  1. 2. Kelas Hexoctahedral
  • Kelas : ke-32, Simetri : 4/m 3bar 2/m
  • Elemen Simetri : merupakan klas yang paling simetri untuk bidang tiga dimensi dengan 4 sumbu putar tiga, 3 sumbu putar dua, dan sumbu putar dua. Dengan 9 bidang utama dan 1 pusat.
  • Garis Sumbu Kristal : tiga garis yang sama disimbolkan dengan a1, a2, dan a3
  • Sudut : ketiga-tiganya 90o
  • Bentuk Umum : kubik, bidang delapan, bidang duabelas, dan trapezium. Dan kadang-kadang trisoktahedron, tetraheksahedron, dan heksotahedron.
  • Mineral yang Umum : flurit, galena, intan, tembaga, besi, timah, platina, perak, emas, halit, bromargyrit, kllorargirit, murdosit, piroklor, kelompok garnet, sebagian besar kelompok spinel, uraninit dan lain-lain.

 

  1. 3. Kelas Hextetrahedral
  • Kelas : ke-31, Simetri : 4bar 3 m
  • Elemen Simetri : ada 4 sumbu putar tiga, 3 sumbu putaempat, dan 6 bidang kaca.
  • Sumbu Kristal : tiga sumbu sama panjang yang disebut a1, a2, dan a3.
  • Sudut : ketiga sudutnya = 90o
  • Bentuk Umum : empatsisi, tristetrahedron, deltoidal dodecahedron, dan hekstetrahedron serta yang jarang kubik, rhombik dodecahedron dan tetraheksahedron.
  • Mineral yang Umum : sodalit, sphalerit, domeykit, hauyne, lazurit, rhodizit, dan lain-lain.

 

  1. 4. Kelas Diploidal
  • Kelas : ke-29, Simetri : 2/m 3bar
  • Elemen Simetri : ada 4 sumbu putar tiga, 3 sumbu putar dua, 3 bidang kaca dan satu pusat.
  • Garis Sumbu Kristal : tiga garis yang sama disimbolkan dengan a1, a2, dan a3
  • Sudut : ketiga-tiganya 90o
  • Bentuk Umum : diploid dan pyritohedron dan juga kubik, octahedron, rhombik dodecahedron, trapezohedron dan yang jarang trisoctahedron.
  • Mineral yang Umum : pyrite, kobaltit, kliffordit, haurit, penrosit, tychit, laurit, dan lain-lain

 

  1. 5. Kelas Giroid

ü  Kelas : ke-30, Simetri : 4 3 2

ü  Elemen Simetri : terdapat 3 sumbu putar empat, 4 sumbu putar tiga, dan 6 sumbu putar dua

ü  Garis Sumbu Kristal : tiga garis yang sama disimbolkan dengan a1, a2, dan a3

ü  Sudut : ketiga-tiganya 90o

ü  Bentuk Umum : kubik, octahedron, dodecahedron, dan trapezohedron, serta yang jarang trisoctahedron dan tetraheksahedron.

ü  Mineral yang Umum : cuprit, voltait, dan sal amoniak.

2. Sistem Hexagonal

Sistem hexagonal merupakan sistem yang memiliki banyak aksial, yang berarti ini didasarkan pada satu sumbu utama, dalam kasus ini oleh enam. Sistem hexagonal sekilas nampak seperti tetragonal. Sistem heksagonal memuat kelas yang merupakan pencerminan dari sistem tetragonal, dengan enam sisi bidang pembatas kristal dengan empat sumbu berpotongan.

Sistem heksagonal dan sistem trigonal tak serupa dengan lima sistem kristal yang lain dalam hubungan antar perpotongan sumbu kristalnya. Sementara sistem yang lain menggunakan tiga sumbu perpotongan kristal, sistem heksagonal dan trigonal menggunakan empat sumbu berpotongan. Dengan enam sudut pada bidangnya dan satu sumbu vertikalnya. Ketiga sumbunya memotong tegak lurus terhadap sumbu utama kristal yang membujur vertical dan disebut a1, a2, dan a3. Perpotongannya simetri membentuk sudut 120o antar bagian positif tiap sumbu. Pada sistem ini tidak ada perbedaan antara sumbu positif dan negatifuntuk setiap sumbu a membuat sebuah sudut 60o antara perpotongan. Terdapat tujuh kelas dalam sistem ini, yaitu ;

  1. Kelas Dihexagonal Dipyramidal
  2. Kelas Hexagonal Trapezohedral
  3. Kelas Dihexagonal Pyramidal
  4. Kelas Ditrigonal Dipyramidal
  5. Kelas Hexagonal Dipyramidal
  6. Kelas Trigonal Dipyramidal
  7. Kelas Hexagonal Pyramidal

Berikut dapat dilihat bentuk bangun itu :

 

 

 

Gambar. Dipyramidal Mineral Gambar. Disphenoidal Mineral

 

 

 

Gambar. Ditetragonal Dipyramidal Mineral Gambar. Pyramidal Mineral

 

 

 

 

 

Gambar. Ditetragonal-pyramidal Mineral Gambar. Scalenohedral Mineral

 

 

 

8.Top of Form

9.Bottom of Form

 

 

Gambar. Trapezohedral Mineral

 

 

 

  1. 1. Dihexagonal Dipyramidal

ü  Kelas : ke-20, Simetri : 6/m 2/m 2/m

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam, 6 sumbu putar dua, 7 bidang simetri masing-masing berpotongan tegak lurus terhadap salah satu sumbu rotasi dan satu pusat.

ü  Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang, disebut a1, a2, dan a3 sama panjang satu sama lain, sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c.

ü  Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o.

ü  Bentuk Umum : diheksagonal piramida, heksagonal dipiramid, diheksagonal prisma, heksagonal prisma dan dasar pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : beryl, molibdenit, pyrhotit, nikelin, grafit kakohenit, seng, fluoserit dan lain-lain.

 

  1. 2. Hexagonal Trapezohedral

ü  Kelas : ke-19, Simetri : 6 2 2

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam, 6 sumbu putar dua

ü  Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang, disebut a1, a2, dan a3 sama panjang satu sama lain, sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c.

ü  Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o.

ü  Bentuk Umum : heksagonal trapesohedron, heksagonal dipiramid, diheksagonal prism, heksagonal prism, dan pinakoid.

ü  Mineral yang Umum :rhapdopane, quetzalcoatlit, quintinit-2H, dan beta-kuarsa.

 

  1. 3. Dihexagonal Pyramidal

ü  Kelas : ke-18, Simetri : 6 m m

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam, 6 bidang simetri.

ü  Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang, disebut a1, a2, dan a3 sama panjang satu sama lain, sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c.

ü  Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o.

ü  Bentuk Umum : diheksagonal piramida, heksagonal pyramid, diheksagonal prism, heksagonal prism dan pedion.

ü  Mineral yang Umum : zincit, moissanit, taafeit, greenockit, dan wurtzit.

 

  1. 4. Ditrigonal Dipyramidal

ü  Kelas : ke-17, Simetri : 6bar m 2

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam, 3 sumbu putar dua, dan 4 bidang simetri.

ü  Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang, disebut a1, a2, dan a3 sama panjang satu sama lain, sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c.

ü  Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o.

ü  Bentuk Umum : diheksagonal piramida, heksagonal pyramid, diheksagonal prism, heksagonal prism dan pedion.

ü  Mineral yang Umum : benitoit, belkovit, konnelit, baringerit, basnasit, hidroksil basnasit, ofretit dan lain-lain.

 

  1. 5. Hexagonal Dipyramidal

ü  Kelas : ke-16, Simetri : 6/m

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam, 1 bidang simetri.

ü  Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang, disebut a1, a2, dan a3 sama panjang satu sama lain, sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c.

ü  Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o.

ü  Bentuk Umum : heksagonal dipyramid, heksagonal prism, dan basal pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : agardit, hangsit, hedyphane, mixit thaumasit, dan kelompok apatit (apatit, mimetit, vanadinit, dan pyromorpit).

 

  1. 6. Trigonal Dipyramidal

ü  Kelas : ke-15, Simetri : 6bar (ekuivalen dengan 6/m)

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam, 1 bidang simetri.

ü  Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang, disebut a1, a2, dan a3 sama panjang satu sama lain, sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c.

ü  Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o.

ü  Bentuk Umum : trigonal dipiramid, trigonal prism, dan basal pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : hanya mineral-mineral jarang laurelit, liotit, dan reederit-(Y).

 

  1. 7. Hexagonal Pyramidal

ü  Kelas : ke-14, Simetri : 6

ü  Elemen Simetri : hanya terdapat 1 sumbu putar enam.

ü  Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang, disebut a1, a2, dan a3 sama panjang satu sama lain, sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c.

ü  Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o.

ü  Bentuk Umum : hexagonal pyramid, heksagonal prism, dan pedion.

ü  Mineral yang Umum : nephelin, kankrinit, erionit, berthierit, dan gyrolit.

3. Sistem Trigonal

Sistem trigonal mempunyai tiga sisi perputaran sumbu. Meskipun hanya memiliki tiga sisi putar sumbu, tapi simetri kristal terbentuk dari enam sisi pembedaan. Meski termasuk dalm sistem heksagonal, kelas trigonal mengikuti jenis kelas orthorombik dan menyerupai kubah, sphenoid, dan pinakoidnya sistem monoklin.

Sistem trigonal terbagi menjadi lima kelas sistem, yaitu :

  1. Kelas Hexagonal Scalenohedral
  2. Kelas Trigonal Trapezohedral
  3. Kelas Ditrigonal Pyramidal
  4. Kelas Rhombohedral
  5. Kelas Trigonal Pyramida

Berikut dapat dilihat bentuk-bentuk bangun tersebut:

 

 

 

 

 

Gambar. Ditrigonal Pyramidal Mineral Gambar. Hexagonal Scalenohedral Mineral

Top of Form

Bottom of Form

 

 

 

 

Gambar. Pyramidal Mineral Gambar. Rhombohedral Mineral

 

Top of Form

Bottom of Form

 

Gambar. Trapezohedral MineralTop of Form

Bottom of Form

 

  1. Hexagonal Scalenohedral

ü Kelas : ke-13, Simetri : 3bar 2/m

ü Elemen Simetri : ada 1 bidang putar tiga, 3 bidang putar dua, 3 bidang simetri

ü Sumbu Kristal : tiga sumbu, semua dalam satu bidang disebut a1, a2, dan a3 sama satu sama lain, tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c.

ü Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o.

ü Bentuk umum : scalenohedron, rhombohedron, diheksagonal prism, hexagonal prism, hexagonal dipiramid, dan basal pinakoid.

ü Mineral yang Umum : anggota kelompok kalsit, termasuk korondum, hematit, bismuth, antimon, sturmanit, brusit, arsenic, soda niter, chabazit, dan millerit.

  1. 2. Trigonal Trapezohedral

ü  Kelas : ke-12, Simetri : 3 2

ü  Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar tiga, 3 sumbu putar dua.

ü  Sumbu Kristal : tiga sumbu, semua dalam satu bidang disebut a1, a2, dan a3 sama satu sama lain, tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c.

ü  Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o.

ü  Bentuk umum : trigonal trapezohedron, rhombohedron, trigonal prism, ditrigonal prism, trigonal dipiramid, dan basal pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : kuarsa, tellurium berlinit, dan cinnabar.

  1. 3. Ditrigonal Pyramidal

ü  Kelas : ke-11, Simetri : 3m

ü  Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar tiga dan 3 bidang simetri

ü  Sumbu Kristal : tiga sumbu, semua dalam satu bidang disebut a1, a2, dan a3 sama satu sama lain, tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c.

ü  Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o.

ü  Bentuk umum : ditrigonal pyramid, heksagonal prism, heksagonal pyramid, trigonal prism, ditrigonal prism, dan pedion.

ü  Mineral yang Umum : anggota kelompok tourmalin, termasuk didalamnya pyrargyrit, jarosit, natrojarosit, alunit, dan proustit.

  1. 4. Kelas Rhombohedral

ü  Kelas : ke-10, Simetri : 3bar

ü  Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar tiga dan sebuah pusat

ü  Sumbu Kristal : tiga sumbu, semua dalam satu bidang disebut a1, a2, dan a3 sama satu sama lain, tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c.

ü  Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o.

ü  Bentuk umum : rhombohedron, heksagonal prism, dan basal pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : anggota kelompok dolomit, termasuk ankerit, ilmenit, dioptase, willemit, dan phenakit.

 

  1. Kelas Trigonal Pyramidal

ü  Kelas : ke-9, Simetri : 3

ü  Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar tiga

ü  Sumbu Kristal : tiga sumbu, semua dalam satu bidang disebut a1, a2, dan a3 sama satu sama lain, tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c.

ü  Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o.

ü  Bentuk umum : trigonal pyramid, trigonal prism, dan pedion.

ü  Mineral yang Umum : gratonit hanya satu-satunya yang dikenal dalam kelas ini.

4. Sistem Tetragonal

Sistem tetragonal mirip dengan sistem isometric. Perbedaanya, salah satu sumbunya lebih panjang dari pada dua sumbu yang lain. Sumbu yang berbeda ini menjadi sumbu utama, yang disebut juga sumbu c. Sedangkan 2 sumbu yang lain sama panjang dan disebut sumbu a dan a’.

Sistem kristal tetragonal dapat dibagi menjadi tujuh kelas, yaitu :

  1. Kelas Ditetragonal Dipyramidal
  2. Kelas Tetragonal Trapezohedral
  3. Kelas Ditetragonal Pyramidal
  4. Kelas Tetragonal Scalahedral
  5. Kelas Tetragonal Dipyramidal
  6. Kelas Tetragonal Disphenoidal
  7. Kelas Tetragonal Pyramidal

 

 

 

Gambar. Dipyramidal Mineral Gambar. Disphenoidal Mineral

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Ditetragonal Dipyramidal Mineral Gambar. Pyramidal Mineral

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Ditetragonal-pyramidal Mineral Gambar. Scalenohedral Mineral

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Trapezohedral Mineral

  1. 1. Ditetragonal Dipyramidal

ü  Kelas : ke-27, Simetri : 4/m 2/m 2/m

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat, 4 sumbu putar dua, 5 sumbu simetri.

ü  Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama, dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya.

ü  Sudut : semuanya memiliki sudut 90o.

ü  Bentuk Umum : ditetragonal dipiramid, tetragonal dipiramid, ditetragonal prism, tetragonal prism, dan basal pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : apophylit, autunit, meta-autunit, torbernit, meta-torbernit, xenotime, carletonit, plattnerit, zircon, hausmannit, pyrolusit, thorite, anatase, rilit, dan casiterit dan lain-lain.

  1. 2. Kelas Tetragonal Trapezohedral

ü  Kelas : ke-26, Simetri : 4 2 2

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat, 2 sumbu putar dua, semuanya berpotongan tegak lurus ke sumbu putar lain.

ü  Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama, dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya.

ü   Sudut : semuanya memiliki sudut 90o.

ü  Bentuk Umum : tetragonal trapezohedron, ditetragonal prism, tetragonal prism, tetragonal dipyramid, dan basal pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : wardit dan kristobalit.

  1. 3. Kelas Ditetragonal Pyramidal

ü  Kelas : ke-25, Simetri : 4 mm

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat dan 4 bidang simetri.

ü  Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama, dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya.

ü   Sudut : semuanya memiliki sudut 90o.

ü  Bentuk Umum : ditetragonal pyramid, ditetragonal prism, tetragonal prism, tetragonal pyramid, dan pedion.

ü  Mineral yang Umum : diaboleit, diomignit, fresnoit, hematophanit, dan routhierit.

  1. 4. Kelas Tetragonal Scalahedral

ü  Kelas : ke-24, Simetri : 4bar 2 m

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat, 2 sumbu putar dua, dan 2 bidang simetri.

ü  Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama, dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya.

ü  Sudut : semuanya memiliki sudut 90o.

ü  Bentuk Umum : tetragonal scalahedron, disphenoid, ditetragonal prism, tetragonal prism, tetragonal dipyramid, dan pinakoid.

ü   Mineral yang Umum : kalkopirit dan stannit termasuk akermanit, hardistonit, melilit, urea, luzonit, pirquitasit, renierit, dan tetranatrolit.

  1. 5. Kelas Tetragonal Dipyramidal

ü  Kelas : ke-23, Simetri : 4/m

ü   Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat dan 1 bidang simetri.

ü  Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama, dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya.

ü  Sudut : semuanya memiliki sudut 90o.

ü  Bentuk Umum : tetragonal dipiramid, tetragonal prism, dan pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : scapolit, wulfenite, vesuvianit, powellit, narsarsukit, meta-zeunerit, leucit, fergusonit, dan scheelit.

 

  1. 6. Kelas Tetragonal Disphenoidal

ü  Kelas : ke-22,  Simetri : 4bar

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat.

ü  Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama, dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya.

ü  Sudut : semuanya memiliki sudut 90o.

ü  Bentuk Umum : tetragonal disphenoidal, tetragonal prism, dan pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : cahnit, minium, nagyagit, tugtupit, dan beberapa yang jarang seperti krookesit, meliphanit, schreibersit, dan vincentit.

  1. 7. Kelas Tetragonal Pyramidal

ü  Kelas : ke-21, Simetri : 4

ü  Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat.

ü  Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama, dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya.

ü  Sudut : semuanya memiliki sudut 90o.

ü  Bentuk Umum : tetragonal piramid, tetragonal prism, dan pedion.

ü  Mineral yang Umum : wulfenit (diragukan), pinnoit, piypit dan richelit

 

5. Sistem Orthorombik

Pada sistem orthorombik, sumbu kristalnya berjumlah tiga buah yang kesemuanya tidak sama panjang dan ketiganya saling berpotongan tegak lurus. Satu sumbu memanjang vertical, yang disebut sumbu c. Sumbu satunya memanjang kearah pengamat yang disebut sumbu a, juga disebut brachyaxis. Sumbu ketiganya melintang dari kanan ke kiri yang disebut sumbu b atau macroaxis. Tidak ada sumbu utama dalam sistem ini, karena itu setiap sumbu dapat dipilih sebagai sumbu vertical atau c.

Sistem orthorombik dibagi menjadi tiga kelas simetri, yaitu :

  1. Kelas orthorombik dipiramidal
  2. Kelas orthorombik disphenoidal
  3. Kelas orthorombik piramidal

 

 

 

Gambar. Dipyramidal Mineral Gambar. Disphenoidal Mineral

 

Top of Form

Bottom of Form

 

 

 

Gambar. Pyramidal Mineral

 

  1. 1. Orthorombik Dipiramidal

ü  Kelas : ke-8, Simetri : 2/m 2/m 2/m

ü  Elemen Simetri : ada 3 sumbu putar dua dengan sebuah bidang simetri yang berpotongan tegak lurus dengan ketiga sumbu dan sebuah pusat.

ü  Sumbu : semuanya tidak sama panjang.

ü  Sudut : sudut antara ketiganya = 90o.

ü  Bentuk Umum : orthorombik dipiramid, prisma, dan pinakoid silang.

ü  Mineral yang Umum : kelompok barit, termasuk belerang, olivine, staurolit, andalusit, kelompaok aragonite, marcasit, topas, brookit, enstatit, anthrophilit, sillimanit, zoisit, adamit, danburit, kordierit, wavilit, dan lain-lain.

  1. 2. Kelas Orthorombik Disphenoidal

ü  Kelas : ke-7, Simetri : 2 2 2

ü  Elemen Simetri : ada 3 sumbu putar.

ü  Sumbu : semuanya tidak sama panjang.

ü  Sudut : sudut antara ketiganya = 90o.

ü  Bentuk Umum : orthorombik disphenoid, orthorombik prisma, dan pinakoid silang.

ü  Mineral yang Umum : epsomit

  1. 3. Kelas Orthorombik Piramidal

ü  Kelas : ke-6, Simetri : 2 m m

ü  Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar dua dan 2 bidang.

ü  Sumbu : semuanya tidak sama panjang.

ü  Sudut : sudut antara ketiganya = 90o.

ü  Bentuk Umum : piramid, prisma, kubah, dan pedion.

ü  Mineral yang Umum : hemimorfit, bertrandit, enargit, natrolit, dan prehnit.

6. Sistem Monoklin

Sistem monoklin merupakan sistem simetri terbesar dengan hampir satu banding tiga dari seluruh mineral termasuk kedalam salah satu kelas dalam sistem ini. Sistem ini terdiri dari dua sumbu tak sama panjang (a dan b) yang saling berpotongan tegak lurus dan sebuah sumbu c yang condong terhadap sumbu a. Sumbu a dan c melintang pada satu bidang. Keduanya tidak saling tegak lurus.

 

Sistem monoklin dibagi menjadi tiga kelas, aitu :

  1. Kelas prismatic
  2. Kelas sphenoidal
  3. Kelas domatik

 

 

 

 

 

 

Gambar. Domatic Mineral Gambar. Prismatic Mineral

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Sphenoidal Mineral

  1. 1. Prismatic

ü  Kelas : ke-5, Simetri : 2/m, Elemen Simetri : 1 sumbu putar dua dengan sebuah bidang simetri yang berpotongan tegak lurus, Sumbu : tidak ada yang sama panjang, Sudut : a dan b = 90o, tapi a dan c tidak saling tegak lurus.

ü  Bentuk Umum : monoklin prisma dan pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : akanthit, aktinolit, aegirin, azurite, allamit, annabergit, arsenopyrit, biotit, borak, boulangerit, brazilianit, brochantit, butlerit, calaverit, carnotit, catapleit, caledonit, celsian, klinoklas, kriolit, datolit, diopside, gypsum, manganit, olivenit, psilomelan, rosasit, talc, wolframit, titanit, dan lain-lain.

  1. 2. Kelas Sphenoidal

ü  Kelas : ke-4, Simetri : 2, Elemen Simetri : 1 sumbu putar.

ü  Sumbu : tidak ada yang sama panjang, Sudut : a dan b = 90o, tapi a dan c tidak saling tegak lurus.

ü  Bentuk Umum : sphenoid, pedion, dan pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : boltwoodit, halotrichit, franklinfurnaceit, goosekrecit, mesolit, rinkit, wollastonit-2M dan lain-lain.

  1. 3. Kelas Domatik

ü  Kelas : ke-3, Simetri : m, Elemen Simetri : 1 bidang simetri.

ü  Sumbu : tidak ada yang sama panjang, Sudut : a dan b = 90o, tapi a dan c tidak saling tegak lurus.

ü  Bentuk Umum : kubah, pedion, dan pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : alamosit, antigorit (serpentin), klinohedrit, natron, neptunit, skolosit, dan lain-lain.

7. Sistem Triklin

Pada sistem ini, semua kristalnya memiliki tiga sumbu kristal tak sama panjang dan saling berpotongan tetapi tidak saling tegak lurus. Sumbu tersebut dinamai seperti pada sistem orthorombik yaitu a, brachyaxis; b, makroaxis; dan c, vertical axis. Sumbu c membujur vertical, sumbu b melintang dari kiri ke kanan, dan sumbu a melintang menuju pengamat.

Sistem triklin terbagi menjadi dua kelas, yaitu :

  1. Kelas pinakoid
  2. Kelas pedial

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Pedial Mineral Gambar. Pinacoidal Mineral

  1. 1. Kelas Pinakoid

ü  Kelas : ke-2, Simetri : 1bar

ü  Elemen Simetri : hanya sebuah pusat.

ü  Sumbu Kristal : tiga sumbu tak sama panjang.

ü  Sudut : tak ada satupun yang tegak lurus.

ü  Bentuk Umum : pinakoid.

ü  Mineral yang Umum : albit, ambligonit, anapait, andesine, babingtonit, bustamit, colinsit, inesit, jamesit, labradorit, rhodonit, dan lain-lain.

  1. 2. Kelas Pedial

ü  Kelas : ke-1, Simetri : 1

ü  Elemen Simetri : hanya sebuah pusat.

ü  Sumbu Kristal : tiga sumbu tak sama panjang.

ü  Sudut : tak ada satupun yang tegak lurus.

ü  Bentuk Umum : pedion.

ü  Mineral yang Umum : axinit, amesit, tundrit, kaolinit, epistolit, dan lain-lain.

 

Top of Form

4.Bottom of Form

Top of Form

Bottom of Form

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s